Tablet dengan sistem operasi Android kini mulai disukai oleh banyak orang. Tablet-tablet baru mulai bermunculan seiring dengan makin berjayanya sistem operasi besutan Google ini. Hardware yang digunakan juga semakin kencang, fitur multimedia dan EBook reader menjadi nilai andalan yang digunakan untuk menarik minat pembeli.
Tampilkan postingan dengan label Tablet PC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tablet PC. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 April 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Samsung Galaxi Tab Terbaru
Selang sembilan bulan sejak Galaxy Tab generasi pertama diluncurkan, Samsung hari ini memperkenalkan anggota baru Galaxy Tab. Tidak hanya satu, vendor asal Korea Selatan ini langsung menghadirkan seri Galaxy Tab sekaligus, yaitu Samsung Galaxy Tab 8.9 dan Samsung Galaxy Tab 10.1.
Jika Anda sedang menimbang-nimbang untuk membeli tablet Samsung, ada baiknya mengintip keunggulan dua produk baru ini. Apa yang membedakan satu generasi dengan generasi lainnya adalah ukuran layar.
Jika Samsung Galaxy Tab generasi pertama muncul dengan layar 7 inci, generasi kedua dan ketiga masing-masing dengan layar 8,9 inci dan 10,1 inci. Keunggulan lainnya, kedua seri terbaru ini memakai sistem operasi Android khusus tablet, Android 3.0 (Honeycomb), dan tampilan antarmuka TouchWiz 4.0.
Samsung Galaxy Tab 8.9 yang memiliki layar 8,9 inci beresolusi WXGA. Ia berdimensi 23 x 15,7 x 0,8 cm dengan berat 470 gram. Kapasitasnya baterainya lumayan besar, 6000 mAh. Fitur lainnya kurang lebih sama seperti "saudara" besarnya.
Samsung Galaxy 10.1 yang sempat melewati tahap revisi produk hadir dengan dimensi 25,6 x 17,2 x 0,8 cm. Sebelum direvisi, ketebalannya mencapai 1 cm. Kini, baik Galaxy Tab 8.9 maupun Galaxy Tab 10.1 keduanya lebih tipis ketimbang iPad 2.
Samsung Galaxy Tab 10.1Apalagi kelebihan yang dipunyai kedua produk baru ini?
Galaxy Tab 10.1 menggunakan layar PLS, yang diklaim Samsung menawarkan kualits gambar lebih tajam dibandingkan layar IPS yang kerap ditemukan di produk tablet lainnya. Baterainya sedikit lebih tahan lama dengan kapasitas 6800 mAh.
Menilik jeroannya, Samsung tidak mau main-main. Keduanya dipersenjatai CPU dual-core 1GHz. Di sisi software, Anda akan menemukan sejumlah modifikasi pada TouchWiz 4.0. Tak seperti iPad 1, di sini pengguna tidak perlu khawatir dengan dukungan Flash, karena Samsung telah memodalinya dengan Flash Player 10.2 lengkap dengan aplikasi Quickoffice HD untuk mengedit dokumen.
Sementara sisi multimedia, Galaxy Tab 8.9 dan Galaxy Tab 10.1 kurang lebih serupa. Kedua tablet memakai kamera 3MP sebagai kamera utama lengkap dengan fitur autofocus dan perekam video 720p. Dan, kamera 2MP di bagian depan sebagai kamera sekunder untuk keperluan video call.
Samsung Galaxy Tab 10.1 mulai tersedia 8 Juni mendatang. Kemungkinan ia dibanderol dengan harga US$499 (versi 16GB) atau US$599 (32GB). Akan ada versi 64GB, tetapi Samsung belum bersedia mengumumkan harganya.
Sementara Samsung Galaxy Tab 8.9 akan dipatok di kisaran US$469 (16GB) atau US$569 (32GB). Harga-harga ini hanya berlaku untuk Galaxy Tab terbaru berbasis koneksi Wi-Fi. Tak lama lagi, Samsung juga akan mengumumkan versi mobile Internet, yakni berbasis jaringan quad band 3G HSPA+ 21 Mbps. Tunggu saja tanggal mainnya.
Berikut ini kilasan fitur dan spesifikasi Samsung Galaxy Tab 10.1 dan Samsung Galaxy Tab 8.9, dikutip dari GSM Arena:
Jika Anda sedang menimbang-nimbang untuk membeli tablet Samsung, ada baiknya mengintip keunggulan dua produk baru ini. Apa yang membedakan satu generasi dengan generasi lainnya adalah ukuran layar.
Jika Samsung Galaxy Tab generasi pertama muncul dengan layar 7 inci, generasi kedua dan ketiga masing-masing dengan layar 8,9 inci dan 10,1 inci. Keunggulan lainnya, kedua seri terbaru ini memakai sistem operasi Android khusus tablet, Android 3.0 (Honeycomb), dan tampilan antarmuka TouchWiz 4.0.
Samsung Galaxy Tab 8.9 yang memiliki layar 8,9 inci beresolusi WXGA. Ia berdimensi 23 x 15,7 x 0,8 cm dengan berat 470 gram. Kapasitasnya baterainya lumayan besar, 6000 mAh. Fitur lainnya kurang lebih sama seperti "saudara" besarnya.
Samsung Galaxy 10.1 yang sempat melewati tahap revisi produk hadir dengan dimensi 25,6 x 17,2 x 0,8 cm. Sebelum direvisi, ketebalannya mencapai 1 cm. Kini, baik Galaxy Tab 8.9 maupun Galaxy Tab 10.1 keduanya lebih tipis ketimbang iPad 2.
Samsung Galaxy Tab 10.1Apalagi kelebihan yang dipunyai kedua produk baru ini?
Galaxy Tab 10.1 menggunakan layar PLS, yang diklaim Samsung menawarkan kualits gambar lebih tajam dibandingkan layar IPS yang kerap ditemukan di produk tablet lainnya. Baterainya sedikit lebih tahan lama dengan kapasitas 6800 mAh.
Menilik jeroannya, Samsung tidak mau main-main. Keduanya dipersenjatai CPU dual-core 1GHz. Di sisi software, Anda akan menemukan sejumlah modifikasi pada TouchWiz 4.0. Tak seperti iPad 1, di sini pengguna tidak perlu khawatir dengan dukungan Flash, karena Samsung telah memodalinya dengan Flash Player 10.2 lengkap dengan aplikasi Quickoffice HD untuk mengedit dokumen.
Sementara sisi multimedia, Galaxy Tab 8.9 dan Galaxy Tab 10.1 kurang lebih serupa. Kedua tablet memakai kamera 3MP sebagai kamera utama lengkap dengan fitur autofocus dan perekam video 720p. Dan, kamera 2MP di bagian depan sebagai kamera sekunder untuk keperluan video call.
Samsung Galaxy Tab 10.1 mulai tersedia 8 Juni mendatang. Kemungkinan ia dibanderol dengan harga US$499 (versi 16GB) atau US$599 (32GB). Akan ada versi 64GB, tetapi Samsung belum bersedia mengumumkan harganya.
Sementara Samsung Galaxy Tab 8.9 akan dipatok di kisaran US$469 (16GB) atau US$569 (32GB). Harga-harga ini hanya berlaku untuk Galaxy Tab terbaru berbasis koneksi Wi-Fi. Tak lama lagi, Samsung juga akan mengumumkan versi mobile Internet, yakni berbasis jaringan quad band 3G HSPA+ 21 Mbps. Tunggu saja tanggal mainnya.
Berikut ini kilasan fitur dan spesifikasi Samsung Galaxy Tab 10.1 dan Samsung Galaxy Tab 8.9, dikutip dari GSM Arena:
| Samsung Galaxy Tab 10.1 | Samsung Galaxy Tab 8.9 | |
| Dimensi dan berat | 25,6 x 17,2 x 0,8 cm 595 gram | 23 x 15,7 x 0,8 cm 470 gram |
| Layar | 10,1 inci, TFT capacitive touchscreen, 16M colors | 8,9 inci, TFT capacitive touchscreen, 16M colors |
| Resolusi | 800 x 1280 piksel | 800 x 1280 piksel |
| OS | Android 3.0 (Honeycomb) | Android 3.0 (Honeycomb) |
| Prosesor | 1 GHz dual-core processor | 1 GHz dual-core processor |
| Memori | 16/32/64 GB | 16/32/64 GB |
| Konektivitas | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n Bluetooth 2.1 dengan A2DP, EDR | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n Bluetooth 3.0 dengan A2DP |
| Telepon | Tidak ada | Tidak ada |
| GPS | Ada, A-GPS | Ada, A-GPS |
| Kamera belakang | 3.15 MP | 3.15 MP |
| Kamera depan | 2 MP | 2 MP |
| Flash video | Adobe Flash 10.2 | Adobe Flash 10.2 |
| Fitur-fitur lain | - SNS (social network service) integration, include Facebook, Twitter, MySpace - Digital compass - TV-out - MP4/DivX/Xvid/H.264/H.263 player - MP3/WAV/eAAC+/OGG player - Organizer - Image/video editor - Quickoffice HD editor/viewer - Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration - Voice memo - Predictive text input | - SNS (social network service) integration, include Facebook, Twitter, MySpace - Digital compass - TV-out - MP4/DivX/Xvid/H.264/H.263 player - MP3/WAV/eAAC+/OGG player - Organizer - Image/video editor - Quickoffice HD editor/viewer - Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration - Voice memo - Predictive text input |
| Kios aplikasi | Android Market | Android Market |
| Harga | US$499, setara Rp4,3 juta (16GB) US$599, setara Rp5,2 juta (23GB) | US$469, setara Rp4 juta (16GB) US$569, setara Rp4,9 juta (32GB) |
Rabu, 09 Maret 2011
Benarkah Tablet Akan Gantikan Smartphone
Pasar tablet menjadi pasar piranti keras IT yang memiliki angka pertumbuhan tertinggi secara global sepanjang tahun 2010. Dengan 18,3 juta tablet yang dijual tahun lalu, iPad memiliki pangsa pasar terbesar, yakni sekitar 90 persen secara global.
Dianggap sebagai salah satu tren pasar utama TI untuk tahun yang akan datang, hampir 100 tablet baru diluncurkan pada tahun 2011. Demikian disampaikan lembaga riset Frost & Sullivan pada laporan terbarunya, Senin 7 Maret 2011.
Menurut laporan tersebut, iPad diperkirakan tetap mempimpin pasar dalam jangka pendek dan menengah. Namun, pendatang baru seperti RIM, Cisco, Avaya dan perangkat berbasis Android diperkirakan juga akan meraih pangsa pasar yang relatif cepat dalam jangka pendek.
Secara umum, tablet memiliki nilai jual unik yang sangat kuat terutama bagi sektor penjualan yang memiliki fokus industri yang bervariasi. Industri yang menjadi pelopor dalam penggunaan tablet adalah sektor farmasi, konstruksi dan consumer goods, yang telah memiliki kisah sukses bisnisnya tersendiri.
Terkait aplikasi, kemungkinan besar yang akan paling sering digunakan adalah e-mail dan sales support software, seperti CRM dan Business Intelligence tools.
"Namun, masih ada faktor yang menghambat penetrasi tablet di pasar korporat, penggunaan, dan akses, yaitu terbatasnya pengembang aplikasi tablet, rendahnya jumlah data plans 3G, subsidi khusus telco untuk tablet dan harga tablet yang tinggi di pasar lokal," kata Iwan Rachmat, Senior Consultant, Information & Communication Technologies Frost & Sullivan Indonesia.
Di Indonesia, Iwan mengungkapkan bahwa demam Tablet PC di Indonesia mulai terasa sejak pertengahan 2010, di mana Apple mulai datang dengan Apple iPad-nya. Dari awal, pasar yang sedang demam internet sudah menunggu-nunggu kehadiran iPad di pasar, walaupun dengan antisipasi harga yang tinggi.
Mengintip historinya, iPad hadir di tengah hangatnya demam netbook atau laptop dengan versi mini dan harga yang relatif terjangkau sekitar 3-4 jutaan. Merek global mulai dari Toshiba, HP, Sony, Acer, Asus, sampai merek lokal seperti Axioo, semua menawarkan netbook dengan berbagai macam versi.
"Pasar Indonesia juga menunjukkan demand yang tinggi terhadap smartphone yang mana salah satunya adalah BlackBerry. Kini penggunanya sudah mencapai sekitar 3 juta dan sebagian besar adalah youth segment," jelas Iwan.
Menurut Iwan, secara umum hal-hal yang dapat mendorong penggunaan Tablet PC di Indonesia antara lain:
- akses (broadband) yang lebih baik; dimana saat ini penetrasi wireless broadband baru mencapai 17 persen di 2010
- harga; dengan masifnya produksi pesaing iPad seperti Samsung Tab, HP, Blackberry, Acer, diharapkan harga tablet menjadi lebih murah. Saat ini iPad masih dianggap sebagai tablet premium dengan harga sekitar Rp7 juta. Sementara di low-end Acer bisa didapat dengan harga 3–4 juta.
- dukungan operator; yakni dalam bentuk program bundling.
- tarif Internet yang murah.
- jejaring sosial; maraknya penggunaan Facebook (Indonesia terbesar kedua di dunia di bawah AS) dan Twitter juga secara tidak langsung mendorong pasar smartphone dan tablet PC.
Sumber : Yahoo
Senin, 11 Oktober 2010
Tablet Samsung Hadir dengan Android 2.2

Meski masih prototipe, tablet ini akan hadir dengan
layar sebesar 7" (1.024x600 piksel).
layar sebesar 7" (1.024x600 piksel).
Jika ponsel Samsung Galaxy Spica dan Samsung Galaxy S dipersenjatai dengan sistem operasi Google Android versi 2.1 (Eclair), tablet Android Samsung atau dikenal dengan Galaxy Tab akan muncul dengan sistem operasi Google Android versi 2.2 (Froyo).
Di dalam sebuah blog di China, terpampang sejumlah gambar prototipe Galaxy Tab. Salah satu gambar menunjukkan informasi bahwa tablet besutan perusahaan asal Korea Selatan itu mengadopsi Android versi 2.2 pada model GT-P1000.
Namun, dibandingkan Galaxy S, fisik Galaxy Tab tampak lebih sederhana. Dibungkus bahan dasar plastik, tablet perdana Samsung ini diestimasi jauh lebih ringan ketimbang Apple iPad. Dikonfirmasi pula, produk itu hadir dengan layar sebesar 7-inci beresolusi 1.024x600 piksel dengan ketebalan lebih tipis ketimbang Dell Streak.
Selain itu, kabarnya Galaxy Tab menyematkan kamera 3,2 megapiksel, konektivitas 3G, dan aplikasi e-book built-in yang diharapkan dapat menjadi aplikasi buku digital terbaik di jagat Android.
Namun, bagaimana pun, spesifikasi ini baru sebatas informasi yang dilansir salah satu blog di China, bukan keterangan resmi dari Samsung. Melalui catatan spesifikasi yang diperoleh, kemungkinan besar perangkat yang ada di dalam gambar tersebut hanya berupa prototipe.
Sekadar diketahui, selain Samsung, terdapat sejumlah produsen perangkat elektronik global yang siap menggelontorkan tablet PC berbasis Android, termasuk Asus, Toshiba, Cisco, Dell, dan ViewSonic telah mengonfirmasi akan merilis tablet PC Android hingga awal 2011.
Sumber : VivaNews.Com
Di dalam sebuah blog di China, terpampang sejumlah gambar prototipe Galaxy Tab. Salah satu gambar menunjukkan informasi bahwa tablet besutan perusahaan asal Korea Selatan itu mengadopsi Android versi 2.2 pada model GT-P1000.
Namun, dibandingkan Galaxy S, fisik Galaxy Tab tampak lebih sederhana. Dibungkus bahan dasar plastik, tablet perdana Samsung ini diestimasi jauh lebih ringan ketimbang Apple iPad. Dikonfirmasi pula, produk itu hadir dengan layar sebesar 7-inci beresolusi 1.024x600 piksel dengan ketebalan lebih tipis ketimbang Dell Streak.
Selain itu, kabarnya Galaxy Tab menyematkan kamera 3,2 megapiksel, konektivitas 3G, dan aplikasi e-book built-in yang diharapkan dapat menjadi aplikasi buku digital terbaik di jagat Android.
Namun, bagaimana pun, spesifikasi ini baru sebatas informasi yang dilansir salah satu blog di China, bukan keterangan resmi dari Samsung. Melalui catatan spesifikasi yang diperoleh, kemungkinan besar perangkat yang ada di dalam gambar tersebut hanya berupa prototipe.
Sekadar diketahui, selain Samsung, terdapat sejumlah produsen perangkat elektronik global yang siap menggelontorkan tablet PC berbasis Android, termasuk Asus, Toshiba, Cisco, Dell, dan ViewSonic telah mengonfirmasi akan merilis tablet PC Android hingga awal 2011.
Sumber : VivaNews.Com
Rabu, 29 September 2010
Setelah Ponsel, Samsung Tawarkan Tablet Android
Tablet Samsung dengan OS Android Froyo, menggabungkan fungsi telefoni, multimedia, dan akses internet.

Fokus Samsung Mobile untuk menjadi vendor pemasok perangkat Android semakin jelas saja. Setelah merilis tak kurang dari 23 ponsel Android dari berbagai seri dan harga, kali ini pabrikan ini memastikan sebuah tablet Android. Secara umum, Samsung Mobile memang paling siap.

Fokus Samsung Mobile untuk menjadi vendor pemasok perangkat Android semakin jelas saja. Setelah merilis tak kurang dari 23 ponsel Android dari berbagai seri dan harga, kali ini pabrikan ini memastikan sebuah tablet Android. Secara umum, Samsung Mobile memang paling siap.
Sebagai pemimpin industri semikonduktor, Samsung memang memiliki segalanya dan sangat terbuka mengembangkan berbagai perangkat mobile digital. Lahirnya Samsung Tablet P1000 yang merupakan bagian dari keluarga Galaxy adalah buktinya.
Inspirasinya boleh jadi dari iPad. Namun fungsinya justru melebihi iPad yang tak bisa untuk melakukan panggilan dan SMS. Galaxy P1000 dirilis untuk melakukan fungsi telefoni maupun akses internet, khususnya untuk mengoptimalkan fitur-fitur yang ditawarkan oleh Google. Bahkan untuk memberi pengayaan, Samsung pun mengembangkan toko aplikasi bernama Samsung Apps.
Seri P1000 sendiri berukuran lebih kecil dan ringan dibandingkan iPad. Hanya 19 x 12 cm saja, dengan ketebalan 1,2 cm. Dengan begitu cara membawanya pun lebih mudah ketimbang iPad.
Menggunakan layar berukuran 7 inci yang sarat dengan teknologi layar sentuh masa kini. Umpamanya saja sensor akselerometer untuk memindahkan tampilan dari portrait ke landscape dan sebaliknya, tambahan sensorsentuh yang lebih sensitif, sensor baru bernama three-axis gyro. UI TouchWiz yang menjadi teknologi standar perangkat touchscreen Samsung pun dipakai pula di seri ini. Sudah begitu, untuk menajamkan grafis pada layar resolusi 600 x 1024 pixel ini dikenakan sebuah PowerVR SGX540.
Serunya, OS Android yang dipakai telah memakai versi terbaru (Froyo). Sangat sesuai dengan banyak permintaan pengguna Android. Untuk menjaga performanya, Samsung menggandeng ARM untuk mengangsurkan prosesor Cortex-nya jenis A8 yang memiliki kecepatan komputasi hingga 1 GHz.
Untuk memberikan kebebasan tanpa syarat, tablet seberat 380 gram ini menyediakan akses jaringan dalam semua jenis, baik jaringan seluler HSDPA maupun Wi-fi. Tak perlu menggunakan SIM Card mikro untuk itu. Karena Samsung memang tak neko-neko, alias masih setia dengan kartu SIM ukuran biasa.
Dengan segala fungsi dan kinerjanya dimana sanggup melakukan multitasking (layarnya siap untuk multitouch), banyak yang berharap bahwa kelak para developer Android bisa lebih kreatif. Sebab, apalah artinya sebuah tablet, jika tak didukung oleh software yang menarik dan fungsional. Di sinilah iPad unggul berkat aplikasinya yang belum tertandingi.
Sumber : Kompas Tekno.com
Sumber : Kompas Tekno.com
Langganan:
Postingan (Atom)













